• LinkedIn
  • Join Us on Google Plus!
  • Subcribe to Our RSS Feed

Minggu, 14 Februari 2016

Sejarah Mesin Jahit

17.53 // by heryan shah // // No comments

Mesin jahit diciptakan oleh Elias Howe warga Amerika pada tahun 1844. Berawal saat memperhatikan istrinya yang sedang menjahit, di berpikir tentang alat yang dapat menirukan gerakan tangan dan lengan saat menjahit. Alat itu harus menerpakn proses yang memakai benang dari dua sumber berbeda. Setelah hampir lima tahun dia bekerja keras untuk mewujudkan mimpinya, namun usahanya belum menghasilkan tetapi dia tidak menyerah.
Baru pada tahun 1844 Howe membuat mesin jahit yang kedua, ia berhasil menciptakan lubang jarum terletak di ujung jarum seperti mesin yang ada sekarang yang mampu menjahit 250 setikan per menit. Mesin jahit tersebut menggunakan metode kunci atau lockstitch, yaitu jarum dengan lubang diujung tajam jarum, masing-masing membawa benang untuk jahitan atas dan jahitan bawah, dan dia mematenkan pada tahun 1846.

Pada tahun 1850, Isaac Meritt Singer membuat mesin jahit dimana jarumnya bergerak naik turun, bukan seperti mesin jahit pada saat yang memiliki jarum yang bergerak dari sisi ke sisi. Mesin jahit ciptaan Isaac Maritt Singer ini juga memiliki penggerak jarum menggunakan pedal kaki. Mesin jahit ini kemudian dipasarkan secara besar-besaran pada tahun 1860. Namun, Isaac Singer juga menggunakan metode lockstitch yang dipatenkan oleh Elias Howe. Elias Howe mengguat orang-orang yang telah mencuri patenny, termasuk Isaac Singer. Sebenarnya metode locksmith yang digugat oleh Elias Howe mirip dengan metode yang digunakan dalam mesin jahit buatan Walter Hunt, tetapi Karen Walter Hunt tidak mematenkan mesin tersebut, maka Elias Howe memenangkan pergugatan. Sebagai tambahan, John Fisher dari Inggris juga mematenkan mesin jahitnya yang dapat membuat renda pada tahun 1844. Mesin tersebut identik dengan mesin yang dipatenkan Elias Howe. Kalau saja patennya tidak hilang di kantor hak paten, maka John Fisher juga akan terlibat dalam perang paten ini.
Kemudian, beberapan perusahaan mesin jahit berkumpul membentuk Sewing Machine Combination pada tahun 1856. Terdiri dari perusahaan-perusahaan yang memiliki paten seperti Howe Machine Company, Singer Manufacturing Company, Wheeler & Wilson, dan Grover & Baker, mereka menggugat perusahaan-perusahaan lain yang menyalahi paten mereka dan membuat mesin jahit menggunakan desain yang telah dipatenkan. Merek membuat peraturan bahwa setiap memproduksi satu mesin jahit, royalty sebesar 15 dollar harus dibayarkan kepada Sewing Machine Combination, dan uang tersebut akan dibagikan kepada perusahaan-perusahaan yang tergabung dalam Sewing Machine Combination.
Sewing Machine Combination ditutup pada tahun 1877 ketika patennya kadaluarsa, seiring dengan ditutupnya Sewing Machine Combination, produksi perusahaan-perusahaan mesin jahit kecil meledak Karen tidak perlu lagi membayar royalty, Efeknya harga mesin jahit turun drastic dan banyak model diciptakan. Pabrik-pabrik mulia berlomba-lomba memproduksi mesin jahit untuk memenuhi kebutuhan dan permintaan. Pada tahun 1880 merk mesin jahit Singer mendominasi penjualan mesin jahit, dan mampu memproduksi 75 % mesin jahit dunia.

0 komentar:

Posting Komentar